Postingan

Diam

Diam itu emas namun murah jika lisan menjadi beringas Diam itu lucu ketika kepercayaan diri terus membuatnya terpaku Diam itu unik sekilas lemah namun kadang membuatmu tak berkutik Diam itu kuat saat hati ingin mencemooh dan menahan diri untuk menghujat Diam itu tak wajar karenanya setiap orang menahan sabar Diam itu kejam ketika ia tahu salah namun mulut terus saja terbungkam Diam itu brutal jika karenanya kewajaran terus terjegal Diam itu gaduh saat dimana hati banyak yang luluh Diam adalah hal yang paling istimewa ketika lisan tak lagi dapat dipercaya Namun sebenarnya, Diam itu relatif karena di dalamnya tersimpan berjuta motif

Sepertiga Malam

Suara ayat-Mu menderu-deru Lantunan kitab suci-Mu begitu merdu Berduyun semua langkah-langkah hanya untuk-Mu mereka menengadah Dalam ikhtiarnya beribadah dan pada-Mu lah hati berpasrah Memohon dengan doa-doa dengan satu harapan pada-Mu yakni syurga Tiada yang lain hati menerima memang untuk-Mu lah mereka percaya Jika waktu belum datang pagi di sepertiga malam inilah mereka mengabdi Bersama mimpi-mimpi kening mereka melekat di atas sajadah nan suci Bukanlah untuk tidur karena mereka tak inginkan kufur Lisan meminta dengan jujur demi masa saat semua akan hancur

Berapa dan Seberapa

Berapa banyak pelajar dan seberapa yang mau mengajar Berapa tahun menempuh ilmu dan seberapa yang mengamalkan hal itu Berapa keinginan untuk mengamalkan dan seberapa yang tersampaikan Berapa hal tersampaikan dan seberapa yang diperolehkan Berapa yang diperoleh dan seberapa keras orang  itu menoreh Berapa waktu luang dan seberapa yang terbuang Berapa lama waktu tak menentukan seberapa banyak ilmu Berapa kali kemalasan itu ada dibanding usaha yang tak seberapa Karena berapapun harapan tanpa kerja keras, maka tak seberapa dari itu yang dapat terbalas Dan berapapun kerja keras itu, kadang tak sebanding dengan seberapa banyak waktu terpaku

Akankah

Terlaksana karena gerak, terkonsep karena pikir. Namun tak berjalan jika keduanya tak bersatu. Gerak tanpa pikir sama dengan kosong, pikir tanpa gerak pun sama dengan tiada. Semua perlu kesatuan, seperti hal nya NKRI. Semua akan damai jika satu sama lain saling bersatu dan membantu. Perpecahan hanya akan meruntuhkan, mengombang ambingkan kedamaian. Perbedaan pendapat kadang kala menyulut pecah setiap sisi manusia. Tapi dengan perbedaan di setiap posisinya, kalau memang dapat disatukan dengan saling memahami dan mengambil satu kesimpulan yang sama, semua akan utuh dan terus kuat. Beda pikiran adalah kepastian, beda keyakinan juga pun sesuatu yang pasti, namun satu tujuan adalah hal yang sama dan pasti untuk satu kerukunan dan kedamaian bersama. Saling membenarkan apa yang diyakini tak akan selalu menyelesaikan masalah. Merasa paling baik dan benar pun juga tidak akan membawa pada kerukunan. Yang pasti adalah mengerti apa yang diyakini, apa yang orang lain yakini, dan bagaimana kedua ...

Bukan Berarti Tak Menyenangkan

Hidup di sisi sungai, menyeberang di antara bebatuan besar. Terlihat di ujung nan jauh, langkah kaki kecil terus berjalan menuju sisi yang lain. Dengan kaki yang kotor, penuh lumpur dan tanah. Relakan luka demi sebuah harapan yang mulia. Seorang anak kecil berseragam putih merah terlihat lusuh nan kumal. Dengan baju yang hampir menjadi kecoklatan. Ia datangi bangunan reyot yang hampir roboh dengan sokongan sebuah tiang penyangga di sisinya. Demi satu pelajaran berharga, bersama guru yang penuh kesederhanaan. Heran dalam pikirku, mengapa tiada kesedihan dalam raut wajah mereka. Yang ada hanyalah senyum juga tawa yang begitu bahagia kelihatannya. Aku yakin senyum itu nyata, tawa itu pun sempurna. Tapi mengapa semua keindahan itu bisa tercipta dalam kondisi yang begitu adanya. Aku yang melihatnya miris, mengapa mereka dapat seceria itu dalam candanya. Tak sadar aku pun ikut tersenyum melihat keindahan itu. Langkah kecil itu mendekat menghampiri, ia menyapa kearahku yang sedari tadi hany...

Rahasia Dalam Kejujuran

Kuat setiap orang menyembunyikan air mata dalam kesedihannya. Tegar begitu kukuh menutupi kekacauannya. Manipulasi rasa sakit dalam sebuah kebahagiaan itu adalah nyata miliknya.  Sebuah kejujuran berlapis dusta yang mengharap semua orang mengerti tentangnya. Terlihat senyum itu palsu, terlihat indah namun meraung bagai tercambuk bertubi-tubi. Jika senyum berubah menjadi tawa, di saat itulah hatinya menjerit sekuat-kuatnya. Rapuh ia rasa tak terlihat oleh siapa-siapa. Hanya kebahagiaan ia bagikan, namun perih ia balut dengan kenyamanan. Terlihat hangat pada setiap orang, padahal dalam jiwanya menggigil. Begitu kaku untuk sebuah rasa sakit yang membatu. Ada rahasia dalam sebuah kejujuran. Derita terlihat bagai canda tawa. Susah terkemas dalam sebuah senyum yang murah. Terselubung keceriaan yang tak lagi perlihatkan rasa bingung. Jika seorang merasa risih pada yang lain, bisakah sedikit menyisih pada hatinya sendiri. Seorang tahu saudaranya menderita, patutlah ia memberi kekuatan u...

Teguh Untuk Kembali

Yakin, semua manusia ingin baik. Dari penampilan yang menarik. Perilaku yang apik. Juga pemikiran yang cerdik. Namun sering kali ia pelik. Perilakunya licik. Kadang pun semua terjadi terbalik. Hatinya tak ingin melakukan. Pikirnya pun menolak hal seperti itu kejadian. Namun semua berbalik pada keadaan. Ketika yang diinginkan baik tak sampai pada kenyataan. Yang terjadi bahkan kacau dalam pikiran. Terbelenggu pada kemurkaan, kegelisahan, keputus asaan. Semua terasa tak karuan dan berantakan. Bahkan tak banyak yang merasa terhinakan. Bukan salahnya hati kalau hal semacam itu terjadi. Hanya pikir tak sampai tersambung dalam hati. Hati pun tak terpaut pada diri. Sehingga semua berjalan sendiri. Tak terkendali ketika lingkungan mencampuri. Di akhir ia tertunduk pada penyesalan. Mengapa sampai pada hal yang tak terkendalikan. Ia menangis dalam penuh kesedihan. Semua telah terlanjur kacau tak karuan. Putus asa membawanya pada kenistaan. Semua ia teruskan karena ia merasa tak lagi bisa dike...